Makalah Kelompok Mata Kuliah Sastra Anak Bab Definisi Sastra Anak Terjemahan

 

BAB I

PENDAHULUAN

1.1  Latar belakang

Kebutuhan masyarakat khususnya anak-anak atas buku bacaan yang baik dan bervariasi membuat banyaknya sastra anak terjemahan muncul. Keberadaan bacaan anak dari hasil terjemahan karya asing tentunya akan membawa dampak yang positif dan juga negatif apabila hal tersebut tidak dapat disikapi secara bijak.

Dampak positif dari membanjirnya sastra anak terjemahan akan sangat menguntungkan bagi pihak penerbit dan juga anak-anak yang sangat gemar membaca. Hal ini juga membuat jalur informasi yang bagitu luas dan lebar sehingga akan memberi dampak positif pada pertukaran informasi, pengetahuan, serta kebudayaan antar daerah atau antar budaya. Secara tidak langsung, anak-anak akan belajar banyak hal khususnya tentang toleransi mengingat buku bacaan anak terjemah akan ada banyak hal baru yang mungkin belum pernah ada di buku bacaan daerah atau negara sendiri.

Selain dampak positif, dampak negatif akan dirasakan apabila dalam menyikapi hal ini seorang anak dan orang tua selaku orang yang bertanggungjawab memilihkan dan mengarahkan buku bacaan apa yang dikonsumsi anaknya lalai dalam bersikap. Membaca sastra terjemah dari karya asing tanpa diimbangi dengan membaca sastra anak dari daerah atau negaranya sendiri sangat memungkinkan dapat membuat anak menjadi cenderung menyukai karya dari daerah atau negara lain sehingga melupakan karya sastra dari daerah atau negaranya sendiri. Oleh karena itu, peran orang tua dalam hal ini sangat penting dan diperlukan.

1.2  Rumusan Masalah

1. Apa yang dimaksud dengan Sastra Anak Terjemahan?

2. Apa saja peran Sastra Anak Terjemahan?

3. Bagaimana proses penerjemahan sastra anak?

4. Apa saja contoh Sastra Anak Terjemahan?

1.3  Tujuan Penulisan

1. Menjelaskan pengertian Sastra Anak Terjemahan.

2. Menyebutkan dan memaparkan peran dari Sastra Anak Terjemahan.

3. Mendeskripsikan proses penerjemahan sastra anak.

4. Menyebutkan contoh Sastra Anak Terjemahan.


1.       

BAB II

PEMBAHASAN

 

2.1  Pengertian Sastra Anak Terjemahan      

Sastra anak diartikan sebagai sastra yang ditulis dan diterbitkan untuk anak-anak. Pendapat lain dari Huck, dkk. (1987:6) menyatakan bahwa: children’s books are books that have the child’s eye at the center. Buku anak, sastra anak adalah buku yang menempatkan sudut pandang anak sebagai pusat penceritaan. Hal itu diperkuat oleh Winch (dalam Saxby & Winch, 1991:19) yang mengatakan bahwa buku anak yang baik adalah buku yang mengantarkan dan berangkat dari kacamata anak. Menurut Hunt (1995: 61) mengemukakan bahwa sastra anak adalah buku bacaaan yang oleh, yang secara khusus cocok untuk,  dan yang secara khusus pula memuaskan sekelompok anggota yang kini disebut sebagai anak-anak. Jadi, sastra anak adalah buku-buku bacaan yang sengaja ditulis untuk dikonsumsikan kepada anak, buku-buku yang kandungannya sesuai minat dan dunia anak, sesuai dengan tingkat perkembangan emosional dan intelektual anak, dan buku-buku yang karenanya memuaskan anak.

Sedangkan menurut Machali (2009:26), seorang ahli bahasa di The University of New South Wales (UNSW), penerjemahan adalah  upaya ‘mengganti’ teks bahasa sumber dengan teks yang sepadan dalam bahasa sasaran dan yang diterjemahan adalah makna yang dimaksudkan oleh pengarang. Misalkan, bahasa sumbernya adalah bahasa Inggris dan bahasa sasaran adalah bahasa Indonesia, maka pengarang harus menerjemahkan teks tersebut dari bahasa Inggris ke bahasa Indonesia dengan penulisan yang sesuai dengan kaidah bahasa Indonesia tetapi tanpa mengubah inti dan makna dari sumber teks tersebut.

Jadi, berdasarkan definisi-definisi di atas dapat disimpulkan bahwa sastra anak terjemahan adalah sastra yang ditulis berdasarkan sudut pandang anak dan diterbitkan khusus untuk anak yang berasal dari daerah atau negara tertentu dan diterjemahankan atau diganti teksnya  ke dalam bahasa daerah atau negara sasaran tanpa mengubah makna aslinya.

 

2.2  Peran Sastra Anak Terjemahan

            Berikut adalah peran dari sastra anak terjemahan, diantaranya:

1.      Sebagai media pendidikan dan hiburan, membentuk kepribadian anak, serta menuntun kecerdasan emosi anak.

2.      Menjadi jendela pembuka cakrawala dan dunia imajinasi anak.

3.      Sebagai pengetahuan tambahan mengenai karakteristik sifat-sifat unik para tokoh, setting, dan budaya dari negara lain.

4.      Memberi kontribusi pada tumbuh kembang relasi kultural antar bangsa.

 

2.3  Proses Penerjemahan Sastra Anak

            Seorang penerjemah hendaknya memasuki alam imajinatif yang tinggi dan membutuhkan perhatian khusus. Tujuannya untuk memperoleh terjemahan yang sesuai dengan sasaran pembaca. Dan suatu terjemahan dinyatakan tidak berfungsi jika para pembaca sasrannya tidak dapat memahami isi pesan teksnya. Pada cerita anak memiliki fitur yang berbeda dengan buku atau cerita untuk kalangan orang dewasa. Buku atau cerita anak-anak selalu diiringi oleh sebuah gambar dan kata demi kata yang dipilih haruslah merepresentasikan sebuah gambar tersebut.

            Dalam menerjemahkan merupakan sebuah tindakan pengambilan keputusan. Seorang penerjemah hendaknya menentukan dan mengetahui calon pembaca terjemahannya.  Menurut Hoed dalam Hariyanto (2013) menyebut sebagai audience design dan needs analysis. Karena sebuah ideologi penerjemah ingin memperkenalkan budaya asing (foreignisasi), sementara pembaca mengaharapkan sebuah terjemahan disesuaikan dengan budayanya sendiri (demostikasi).

            Proses penerjemahan buku anak-anak melibatkan perubahan dan domestikasi yang merupakan ideologi penerjemah yang berpihak kepada pembaca. Ottinen (2000:5) menyarankan jika membaca merupakan kunci utama untuk menerjemahkan buku cerita untuk anak dengan melalui beberapa tahap yaitu:

a.       Penerjemah harus membaca secara berulang-ulang

b.      Penerjemah merupakan pembaca yang selalu mengalihkan pesan pembaca sasarannya yaitu pembaca terjemahan pada masa yang akan datang. Sehingga dia harus menempatkan diri sebagai pembaca sasaran yaitu di kalangan anak-anak.

Ada beberapa hal yang harus diperhatikan dalam menerjemahkan karya sastra anak, yaitu:

a.       Penerjemah dituntut untuk lebih memberikan fokus pada anak-anak sebagai pembaca sasaran utamanya. Anak-anak dengan keterbatasan dan kekurangannya dalam memahami nilai kebudayaan tertentu.

b.      Terjemahan sastra anak seharusnya tidak lebih mudah atau sulit dibaca, kurang menarik atau lain sebagainya. Namun lebih pada adaptasi terhadap cerita anak sesuai target pembaca yang dituju.

c.       Dalam menerjemahkan untuk anak-anak, harus adanya pertimbangan bahasa sasaran anak-anak sebagai pembaca utamanya dan merupakan tanda loyalitas kepada penulis aslinya.

 

 

2.4  Contoh-Contoh Sastra Anak Terjemahan

Berikut adalah contoh karya sastra anak yang diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia:

1. Novel

a. Pinokio (The Adventures of Pinocchio) karya Carlo Collodi

Le avventure di Pinocchio atau Petualangan Pinokio (1883) adalah cerita fiksi yang ditulis oleh penulis dari ItaliaCarlo CollodiLe avventure di Pinocchio termasuk karya sastra Italia klasik dan merupakan salah satu karya yang telah banyak dikenal di dunia terutama dalam hal cerita anak-anak.

Novel petualangan Pinocchio ini berkisah tentang boneka tali yang dibentuk oleh Geppetto, si tukang ukir asal Itali. Pinocchio punya tingkah yang ajaib dan nakal. Dia sering berbohong dan mudah tergiur dengan iming-iming dari orang lain. Saat berbohong, hidungnya akan bertambah panjang hingga tak bisa dikeluarkan dari ruangan dan terpaksa dimakan burung pelatuk. Ulahnya ini sangat menyusahkan ayahnya, namun setelah mengalami berbagai kemalangan, akhirnya Pinocchio belajar dari kesalahannya dan berusaha menjadi anak baik. Dan usahanya ini berbuah manis. Dia mendapat hadiah dari peri cantik yang selama ini mengamatinya.

b. Harry Potter karya J. K. Rowling

Harry Potter adalah seri tujuh novel fantasi yang dikarang oleh penulis Inggris J. K. Rowling. Novel ini mengisahkan tentang Harry Potter, seorang anak laki-laki yatim piatu yang pada usia sebelas tahun mengetahui bahwa ia adalah seorang penyihir, hidup dalam dunia biasa nonsihir, atau Muggle. Kemampuan sihirnya adalah bawaan dan ia diundang untuk menghadiri sekolah yang mengajarkan tentang keterampilan dan pengetahuan sihir. Harry kemudian menjadi pelajar di Sekolah Sihir Hogwarts, dan di sana sebagian besar kisah novel berlangsung. Di Hogwarts, Harry melalui masa-masa remajanya, ia belajar untuk mengatasi berbagai masalah yang dihadapinya: sihir, sosial dan emosional, termasuk permasalahan remaja biasa seperti cinta, persahabatan, dan ujian sekolah, serta ujian terbesar untuk mempersiapkannya dalam menghadapi konfrontasi yang ada di depannya

c. Lima Sekawan (The Famous Five)  karya Enid Blyton

Lima Sekawan atau The Famous Five adalah karya fiksi dari penulis InggrisEnid Blyton. Buku Lima Sekawan terbit pertama kali pada tahun 1942 di Inggris, pada seri pertama Five on a Treasure Island (Lima Sekawan di Pulau Harta Karun) yang mendapat banyak pujian serta kritik. Seri-seri dari Lima Sekawan telah menjadi karya cerita anak-anak Enid Blyton yang paling disukai di banyak negara. Lima Sekawan adalah grup fiksi dari detektif cilik - Julian, Dick, Anne dan George serta anjing mereka, Timmy. Mereka berlima sering terlibat ke dalam kasus-kasus menarik yang misterius serta melakukan petualangan yang menarik.

2. Dongeng

a. Putih Salju ( dalam Inggris: Snow White, dalam Jerman: Scheenwitthchen) karya yang paling terkenal versi Brothers Grimm

            Cerita ini adalah cerita dongeng yang berasal dari beberapa tempat di Eropa. Kebanyakan penerjemah dan editor Indonesia terkadang salah kaprah dalam menerjemahkan “Putih Salju” (Snow White) menjadi “Putri Salju” (Snow Princess). Dongeng ini menceritakan tentang gadis cantik dengan kulit seputih salju yang ingin dimusnahkan oleh Ibu tirinya sendiri. Tetapi usaha pertama ibu tirinya gagal dan Putri Salju bertemu dengan tujuh kurcaci yang baik. Tetapi pada usaha kedua, ibu tirinya menjelma seorang nenek tua yang membawa apel beracun untuk dimakan Putri Salju. Setelahnya, Putri Salju terbaring tak sadarkan diri dalam waktu yang cukup lama. Hingga akhirnya seorang Pangeran datang untuk menciumnya dan setelah itu keajaiban terjadi. Keduanya menikah dan hidup berbahagia.

b. Cinderella

Cinderella adalah dongeng tradisional dengan versi yang dijumpai di banyak negara, dengan berbagai variasi. Versi paling awal dari cerita ini berawal dari Cina pada 860. Dia tercatat di The Miscellaneous Record of Yu Yang oleh Tuan Ch'ing-Shih, sebuah buku yang ada sejak Dinasti Tang. Versi paling terkenal ditulis oleh penulis Prancis Charles Perrault pada 1697 berdasarkan cerita rakyat ditulis oleh Giambattista Basile sebagai La Gatta Cennerentola pada 1634.

Dongeng ini menceritakan tentang seorang gadis baik hati yang bernama Cinderella yang tinggal bersama Ibu dan kakak tiri yang jahat. Setiap hari Cinderella diperlakukan secara tidak adil oleh mereka. Hingga suatu ketika Peri datang menolong Cinderella hingga ia bisa pergi ke pesta dan bertemu dengan seorang Pangeran. Akhir dari dongeng ini Cinderella hidup berbahagia dengan seorang Pangeran.

3. Cerita Rakyat

Putri Tidur atau Sleeping Beauty ("La Belle au Bois dormant" (Putri Tidur di Hutan) adalah cerita rakyat yang pertama kali dipublikasikan tahun 1697 oleh Charles PerraultContes de ma Mère l'Oye ("Mother Goose Tales").

Cerita ini mengisahkan tentang seorang gadis  yang dikutuk oleh seorang penyihir hitam karena tidak diundang dalam pesta kelahirannya. Pada usia ke 16tahun putri tersebut tertusuk jarum dan tertidur dalam waktu yang lama. Untuk memusnahkan kutukan tersebut harus ada seorang lelaki yang mencintainya dengan tulus. Suatu hari ada seorang pria yang bisa membebaskan kutukan itu. Akhirnya keduanya menikah dan seluruh penjuru istana berbahagia.

4. Film

a. Upin dan Ipin      

Upin dan Ipin adalah film animasi yang tokoh utamanya adalah sepasang anak kembar yang bernama Upin dan Ipin. Film animasi Upin dan Ipin adalah karya dari Moh. Nizam Abdul Razak, Muhd Safwan Abdu Karim, dan Usalna Zaid yang merupakan mahasiswa Multimedia University Malaysia.

Pada awalnya film ini diproduksi dengan tujuan untuk mendidik anak-anak dalam menghayati bulan Ramadhan saja. Namun, ternyata film ini mendapat sambutan yang baik dari kalangan masyarakat sehingga prosesnya berlanjut pada tayangan serial animasi yang ditayangkan di televisi. Di Indonesia sendiri, Upin dan Ipin pertama tayang pada tahun 2007.

            Dalam ceritanya, Upin dan Ipin memang banyak mengisahkan tentang keseharian masyarakat Melayu yang rumpun budayanya masih begitu dekat dengan kita. Film animasi Upin dan Ipin ini sangat sesuai untuk anak-anak dalam menggambarkan bagaimana menanamkan aqidah Islam kepada anak-anak. Sajian dalam film ini juga disajikan dengan sederhana, komunikatif, dan tetap mendidik

b.Pada Zaman Dahulu

Pada Zaman Dahulu adalah sebuah serial animasi CGI berupa kisah dongeng yang juga merupakan judul serial televisi kedua dari Les' Copaque Production.Les' Copaque Production Sdn Bhdialah sebuah organisasi pembuatan animasi 3 dimensi berstatus MSC yang berpusat di Shah Alam, Selangor, Malaysia.

Dua kakak-beradik dari kota, Aris dan Ara, di antarkan ke kampung oleh ibu dan ayah mereka yang hendak pergi ke luar negeri, untuk tinggal bersama kakek dan nenek. Kakeksebagai tukang cerita menghibur cucu-cucunya dengan mengisahkan cerita-cerita dongeng tentang Sang Kancildan teman-teman desanya.Animasi paling menarik buatan Malaysia ialah Pada Zaman Dahulu. Seri animasi tersebut memiliki tema yang sangat sederhana yakni fabel. Fabel merupakan film yang dikisahkan sosok binatang sebagai tokoh yang dapat berbicara dan berpikir selayaknya manusia. Fabel mengulas tema-tema ringan yang dapat diserap anak-anak karena berisikan pendidikan mengenai tata nilai, budaya, moral, dan etika.

Tokoh yang muncul dalam animasi Pada Zaman Dahulu seperti kancil, monyet, kura-kura, gajah dan lain sebagainya. Cerita yang diusung juga berasal dari masyarakat Melayu. Hal menarik lainnya dari film animasi tersebut ialah setiap fabel yang dimunculkan, selalu diawasi dengan seorang kakek yang mendongengkan cucunya.

c.Doraemon

            Doraemon adalah judul sebuah manga dan anime yang sangat populer yang dikarang Fujiko F. Fujio sejak 1 Juni 1969 dan berkisah tentang kehidupan seorang anak pemalas kelas 5 sekolah dasar yang bernama Nobita Nobi yang didatangi oleh sebuah robot kucing bernama Doraemon yang datang dari abad ke-22. Doraemon dikirim untuk menolong Nobita agar keturunan Nobita dapat menikmati kesuksesannya daripada harus menderita dari utang finansial yang akan terjadi pada masa depan yang disebabkan karena kebodohan Nobita.

            Doraemon dikirim kembali ke masa kehidupan Nobita oleh cicit Nobita, Sewashi. Ia dikirim untuk memperbaiki kehidupan Nobita agar keturunannya merasakan kehidupan yang lebih baik. Dalam kehidupan aslinya tanpa dibantu Doraemon, Nobita sering gagal dalam pelajaran sekolahnya, gagal dalam pekerjaan, dan mempunyai masalah keuangan. Cerita berfokus tentang kehidupan sehari-hari Nobita yang merupakan tokoh utama dalam cerita ini. Doraemon memiliki sebuah Kantong Ajaib (Kantong Empat Dimensi) yang berisi alat-alat ajaib dari masa depan. Seringkali Nobita datang merengek-rengek karena masalah di sekolah atau di lingkungannya, setelah memohon atau memaksa, Doraemon akan mengeluarkan sebuah alat yang membantu Nobita menyelesaikan masalah, membalas dendam, atau hanya sekadar pamer ke teman-temannya.

Nobita biasanya bertindak terlalu jauh, mengacuhkan saran atau perintah Doraemon. Akhirnya, Nobita terjerumus ke masalah yang lebih dalam. Terkadang, teman Nobita (biasanya Suneo atau Gian) mencuri alat tersebut dan berakhir dalam kekacauan karena salah menggunakannya.

 

 

           

 

 

BAB III

PENUTUP

                                                                

3.1. Kesimpulan

          Sastra anak adalah sastra yang secara emosional psikologis dapat ditanggapi dan dipahami oleh anak, dan itu pada umumnya berangkat dari fakta yang konkret dan mudah diimajinasikan.

Isi kandungan sastra anak yang terbatas sesuai dengan jangkauan emosional dan psikologi anak itulah yang antara lain, merupakan karekteristik sastra anak. Sastra anak dapat berkisah tentang apa saja, bahkan yang menurut ukuran dewasa tidak masuk akal. Misalnya berkisah tentang binatang yang dapat berbicara, bertingkah laku, berpikir dan berperasaan layaknya manusia. Imajinasi dan emosi anak dapat menerima cerita itu secara wajar dan memang begitulah seharusnya menurut jangkauan pemahaman anak.

Seperti pada jenis karya sastra umumnya, sastra anak juga berfungsi sebagai media pendidikan dan hiburan, membentuk kepribadian anak, serta menuntun kecerdasan emosi anak. Pendidikan dalam sastra anak memuat amanat tentang moral, pembentukan kepribadian anak, mengembangkan imajinasi dan kreativitas, serta memberi pengetahuan keterampilan praktis bagi anak. Fungsi hiburan dalam sastra anak dapat membuat anak merasa bahagia atau senang membaca, senang dan gembira mendengarkan cerita ketika dibacakan atau dideklamasikan, dan mendapatkan kenikmatan atau kepuasan batin sehingga menuntun kecerdasan emosinya.

3.2 Saran

Sastra anak harus terus dikembangkan karena memberikan suatu pengaruh positif untuk anak-anak yang sedang gemar membaca, dan menulis.


DAFTAR PUSTAKA

 

Huck, Chariotte S, dkk. 1987. Children’s Literature in The Elementary School. New York: Holt, Rinehart and Winston.

Hunt, Peter (ed) . 1995. Criticism, Theory, and Childern’s Literature. Cambridge, Massachusetts:Blackwell.

Lemmerman, Kristin (14 Juli 2000). "Review: Gladly drinking from Rowling's 'Goblet of Fire'". CNN. Diakses tanggal 28 September 2008.

Nurgiyantoro, Burhan. 2013. Sastra Anak: Pengantar Pemahaman Sastra Anak. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.

Rochayah, Macali. 2009. Pedoman Bagi Penerjemah. Bandung. Penerbit Kaifa.

Saxby, Maurice dab Gordon Winch (eds). 1991. Give Them Wings: The Experience of Childerhttp://eprints.walisongo.ac.id/10829/1/121211055.pdfn’s Literature. Melbourne. The Macmillan Company.

Komentar