Makalah Kelompok Mata Kuliah Sintaksis Bab Kalimat Majemuk

 

BAB I

PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang

Bahasa memiliki berbagai macam ragam dan jenis yang sesuai dengan pemakaiannya. Dalam bahasa terdapat kalimat, dalam sebuah kalimat terdapat adanya kumpulan kata, dan kumpulan kata tersebut terdiri dari beberapa huruf. Kalimat juga memiliki berbagai jenis, salah satunya yaitu kalimat majemuk. Kalimat merupakan satuan bahasa terkecil yang berbentuk lisan atau tulisan yang mengungkapkan ide secata utuh atau dapat disebut dengan satuan sintaksis. Menurut Dendy Sugono (Sintaksis Bahasa Indonesia: Analisis Fungsi Sintaktik), kalimat majemuk merupakan kata yang mempunyai struktur kalimat dan terdapat kalimat dasar.

                        Penggunaan kalimat majemuk digunakan dalam berbagai tulisan ilmiah. Melalui tulisan ilmiah tersebut pembaca dapat memahami sebuah informasi dalam memahami makna dari kalimat tersebut. Dalam kalangan pelajar atau seorang mahasiswa, dituntut untuk dapat memahami kalimat majemuk.

                        Menurut Alwi (2003:40) kalimat majemuk dibedakan menjadi dua yaitu kalimat majemuk bertingkat dan kalimat majemuk setara. Kalimat majemuk setara merupakan kalimat dengan klausa yang menyatakan hubungan koordinatif dan memiliki hubungan klausa yang sama atau setara. Sedangkan klausa bertingkat merupakan kalimat dengan klausa yang menyatakan hubungan subordinatif dan memiliki kedudukan klausa yang tidak sama tau bertingkat.

 

 

B.     Rumusan Masalah

a.       Apa yang dimaksud dengan kalimat majemuk setara

b.      Apa saja jenis-jenis kalimat majemuk setara

c.       Apa yang dimaksud dengan kalimat majemuk bertingkat

d.      Apa saja jenis kalimat majemuk bertingkat

e.       Apa yang dimaksud dengan kalimat majemuk campuran.

 

C.    Tujuan

a.       Agar kita mengetahui maksud dari kalimat majemuk setara

b.      Agar kita mengetahui jenis atau macam-macam kalimat majemuk setara

c.       Agar kita mengetahui maksud dari kalimat majemuk bertingkat

d.      Agar kita memahami dan mengetahui jenis-jenis kalimat majemuk bertingkat

e.       Agar kita memahami maksud dari kalimat majemuk campuran

 


 

BAB II

PEMBAHASAN

A.    Kalimat Majemuk

             Kalimat majemuk merupakan sebuah kalimat yang terdiri dari dua klausa atau lebih. Klausa selalu ada dalam sebuah kalimat yang merupakan panduan antara subjek dengan predikat. Namun dapat ditambah juga dengan objek dan keterangan. Untuk membatasi antar klausa, yang bersifat gabungan ditemukan keberadaan konjungsi atau kata hubung.

 

B.     Kalimat Majemuk Setara

Kalimat ini memiliki dua klausa yang sifatnya sederajat yang digabungkan melalui konjungsi. Artinya, kedua klausa bersifat koordinatif sehingga masing-masing dapat berdiri menjadi kalimat sendiri apabila konjungsinya dilepaskan. Konjungsi yang biasa menggabungkan dua atau lebih klausa pada kalimat ini di antaranya dan, sementara, dan lalu.

            Contoh Kalimat:

            Klausa 1 : Amir bermain sepak bola.

            Klausa 2 : Amanda menonton di pinggir lapangan.

            Gabungan : Amir bermain sepak bola, sementara Amanda menonton di

pinggir lapangan.

Baik klausa 1 maupun klausa 2 merupakan bentuk klausa utuh yang setidaknya memiliki subjek dan predikatnya masing-masing. Karena itu, kalaupun tidak dihubungkan dengan konjungsi sementara, keduanya masih dapat berdiri menjadi kalimat yang sempurna.

a)      Kalimat Majemuk Setara Sejajar

Kalimat majemuk setara sejajar adalah kalimat majemuk yang terdiri dari dua atau lebih kalimat dan bisa berdiri sendiri. Konektor atau kata penghubung yang digunakan dalam kalimat majemuk setara sejajar ini antara lain adalah dan, sesudah itu, sebelum, ketika, dsb.

Contoh:

·         Mita sedang membaca buku di kamar dan ibu sedang memasak di dapur.

·         Hana tidak pernah pulang malam lagi setelah kejadian perampokan yang menimpa tetangga sebelah.

·         Dika selalu berpamitan kepada orang tuanya sebelum berangkat kerja.

b)      Kalimat Majemuk Setara Pemilihan

Kalimat majemuk setara pemilihan merupakan kalimat majemuk yang memiliki kelompok kata dimana kelompok kata ini merupakan salah satu pilihan yang harus dilaksanakan. Kata penghubung yang digunakan pada kalimat majemuk setara pilihan adalah atau.

Contoh:

·         Dina menjadi bingung harus melanjutkan pendidikan di Malang atau bekerja untuk membantu perekonomian keluarganya.

·         Kiki harus membersihkan rumah terlebih dahulu atau tidak diijinkan untuk menonton konser nanti malam.

c)      Kalimat Majemuk Setara Perlawanan

Kalimat majemuk setara perlawanan adalah kalimat majemuk yang terdiri dari beberapa kalimat, dan biasanya bisa berdiri sendiri, hanya saja dengan situasi yang berlawanan. Beberapa kata penghubung yang biasanya digunakan untuk kalimat majemuk setara perlawanan adalah tetapi, namun, melainkan, dsb.

Contoh:

·         Kakak sangat suka menonton sepak bola namun ia tidak bisa bermain sepak bola.

·         Ayah sangat suka memakan makanan pedas sedangkan Ibu lebih suka memakan makanan manis.

·         Adik selalu rajin membaca buku meskipun sedang hari libur sekolah.

 

C.    Kalimat Majemuk Bertingkat

a)      Pengertian Kalimat Majemuk Bertingkat

                        Kalimat majemuk bertingkat merupakan kalimat yang mengandung satu kalimat dasar utama atau inti dan kalimat dasar yang bertujuan untuk mengisi salah satu unsur dalam kalimat inti, yang dapat dialihkan dalam unsur kalimat berupa subjek, objek, dan keterangan. Yang membedakan kalimat majemuk bertingkat dengan kalimat yang lain yaitu posisi induk dan anak kalimat. Induk kalimat bertujuan untuk mengendalikan peranan sebagai kalimat dasar utama. Sedangkan anak kalimat mengisi salah satu dari unsur tersebut. Induk kalimat merupakan posisi tertinggi dan posisi paling rendah yaitu anak kalimat. Pengertian lain kalimat majemuk bertingkat yaitu kalimat majemuk yang tidak sederajat atau tidak setara.

Menurut fungsinya, anak kalimat dibagi menjadi dua, yaitu

1.      Anak kalimat yang menduduki fungsi inti (Subjek atau Predikat)

Contoh:

                        Yang harus menyelesaikan pekerjaan itu telah meninggal dunia sehari yang lalu.

Kalimat yang bergaris bawah merupakan anak kalimat yang menduduki fungsi sebagai subjek.

 

2.      Anak kalimat yang menduduki fungsi tambahan

a.       Sebagai pelengkap

b.      Sebagai keterangan

a)      Jenis-jenis Kalimat Majemuk Bertingkat

a.      Kalimat Majemuk Bertingkat Keterangan Tujuan

        Pada kalimat majemuk bertingkat keterangan tujuan yaitu antara anak kalimat dengan induk kalimat memiliki tujuan untuk kedepannya. Kata hubung yang digunakan yaitu kata tugas; agar, dan supaya.

Contoh:

·         Dia mengikuti pamannya agar manjadi orang sukses.

·         Putri berangkat lebih awal supaya mendapat bangku terdepan

 

b.      Kalimat Majemuk Bertingkat Keterangan Waktu

Pada kalimat majemuk bertingkat keterangan waktu yaitu terdiri dari anak kalimat dengan induk kalimat yang berhubungan dengan kata hubung yang menunjukkan waktu. Kata hubung yang digunakan yaitu sejak, sebelum, sesudah, ketika, dan lainnya.

Contoh:

·         Sejak dia mengikuti pamannya, dia menjadi orang sukses

·         Ayah berjanji akan pulang sebelum larut malam

·         Siswa itu menjadi senang dan antusias ketika bapak guberbur ke sekolah

·         Ibu mencuci piring sesudah sarapan bersama

c.       Kalimat Majemuk Bertingkat Keterangan Sebab

        Pada kalimat majemuk ini, anak kalimat dan induk kalimat merupakan saling berhubungan satu sama lain dengan dihubungkan dengan kata sehingga, oleh karena itu.

Contoh:

·         Citra asyik mengerjakan tugas sehingga keesokan harinya dia kelelahan.

·         Adik sangat manja ke ayah, oleh karena itu dia takut pergi sendiri.

d.      Kalimat Majemuk Bertingkat Keterangan Syarat

        Kalimat majemuk bertingkat keterangan syarat mengungkapkan keadaan dimana keadaan lain harus terpenuhi. Kata hubung yang sering dipakai yaitu seandainya, apabila, jika, dan asalkan.

Contoh:

·         Jika saya pulang larut malam, saya pasti dimarahi ibu

·         Seandainya saya membawa jas hujan, pasti saya tidak basah kuyup

·         Ayah tidak akan marah kepada Mia, asalkan Mia mendengar perkataan ayah

·         Apabila saya bersalah, maka seharusnya saya minta maaf

 

D.    Kalimat Majemuk Campuran

a.)    Pengertian Kalimat Majemuk Campuran

Kalimat majemuk campuran merupakan kalimat majemuk yang berasal dari gabungan dari kalimat majemuk setara dan kalimat majemuk beringkat

b.)    Karakteristik Kalimat Majemuk Campuran

Kalimat majemuk campuran mempunyai ciri atau karakteristik yaitu:

  • Mempunyai minimal tiga klausa atau kalimat tunggal
  • Tersusun dari induk kalimat dan anak kalimat
  • Mempunyai dua konjungsi atau kata penghubung seperti: lalu, dan, kemudian, serta, ketika, setelah, supaya, agar, sebagainya, sebab.

c.)    Jenis Kalimat Majemuk Campuran

Kalimat majemuk campuran mempunyai dua jenis, yaitu kalimat majemuk campuran dengan 1 induk kalimat dan dua anak kalimat dan kalimat majemuk campuran dengan dua induk kalimat dan satu anak kalimat.

 

 

a.)    Kalimat Majemuk Campuran Dengan 1 Induk Kalimat Dan Dua Anak Kalimat

Kalimat majemuk jenis ini mempunyai kalimat tunggal sebagai induk kalimat atau inti pokok dari kalimat tersebut.

Contohnya:       
Mereka sudah mengadakan acara peringatan hari kemerdekaan Indonesia yang dihadiri oleh seluruh lapisan masyarakat Kabupaten Lampung Tengah serta dihadiri juga oleh semua pejabat pemerintahan.

  • Induk kalimat: Mereka sudah mengadakan acara peringatan hari kemerdekaan Indonesia
  • Anak kalimat: Dihadiri oleh seluruh lapisan masyarakat kabupaten Lampung Tengah
  • Anak kalimat: Dihadiri juga oleh semua pejabat pemerintahan

a.)    Kalimat Majemuk Campuran Dengan 2 Induk Kalimat Dan Satu Anak Kalimat

Kalimat majemuk campuran ini mempunyai induk kalimat yang menjadi inti dari kalimat tersebut dan juga ada satu anak kalimat.

Inti pokok dari kalimat diatas adalah mereka sudah mengadakan acara peringatan hari kemerdekaan Indonesia, sedangkan kalimat lainnya hanya memiliki fungsi sebagai penjelas induk kalimat.

Contohnya:                                               
Ayah mengajari rasa tanggung jawab dan ibu mengajarkan kasing sayang agar anak-anak mereka menjadi anak yang baik

  • Induk kalimat: Ayah mengajarkan rasa tanggung jawab
  • Induk kalimat: Ibu mengajarkan kasih sayang
  • Anak kalimat: Anak-anak mereka menjadi anak yang baik

Inti pokok dari kalimat diatas adalah ayah yang mengajarkan rasa tanggung jawab dan ibu mengajarkan kasing sayang. Sedangkan kalimat berikutnya adalah penjelas atau menjelaskan tujuan dari apa yang dilakukan oleh ayah dan ibu.

 

 

 

d.)    Contoh Kalimat Majemuk Campuran

Contoh dari kalimat majemuk campuran adalah sebagai berikut:

  • Ketika ujian sedang berlangsung, Doni menggambar sedangkan ani hanya mencoret-coret kertas jawabannya.
  • Aku telah menyelesaikan tugasku ketika ayah tertidur dan ibu pulang dari rumah temannya.
  • Ayah mengumumkan bahwa kita akan pergi kerumah Nenek besok pagi dan Ibu sangat terkejut mendengarnya
  • Ketika aku pulang dari bermain, ibu sedang memasak makanan kesukaanku dan adik sedang menyiapkan makan siang

                                                                              

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB III

PENUTUP

 

Kesimpulan

Kalimat majemuk merupakan sebuah kalimat yang terdiri dari dua klausa atau lebih. Untuk membatasi antar klausa, yang bersifat gabungan ditemukan keberadaan konjungsi atau kata hubung. Kalimat majemuk setara memiliki dua klausa yang sifatnya sederajat yang digabungkan melalui konjungsi. Kalimat majemuk setara sejajar adalah kalimat majemuk yang terdiri dari dua atau lebih kalimat dan bisa berdiri sendiri. Konektor yang digunakan antara lain adalah dan, sesudah itu, sebelum, ketika, dsb. Kalimat majemuk setara pemilihan merupakan kalimat majemuk yang memiliki kelompok kata dimana kelompok kata ini merupakan salah satu pilihan yang harus dilaksanakan. Kata penghubung yang digunakan pada kalimat majemuk setara pilihan adalah atau. Kalimat majemuk setara perlawanan adalah kalimat majemuk yang terdiri dari beberapa kalimat, dan biasanya bisa berdiri sendiri, hanya saja dengan situasi yang berlawanan. Kata penghubung yang digunakan untuk kalimat majemuk setara perlawanan adalah tetapi, namun, melainkan, dsb.

Kalimat majemuk bertingkat merupakan kalimat yang mengandung satu kalimat dasar utama atau inti dan kalimat dasar yang bertujuan untuk mengisi salah satu unsur dalam kalimat inti, yang dapat dialihkan dalam unsur kalimat berupa subjek, objek, dan keterangan. Kalimat majemuk bertingkat keterangan tujuan yaitu antara anak kalimat dengan induk kalimat memiliki tujuan untuk kedepannya. Kata hubung yang digunakan yaitu kata tugas; agar, dan supaya. Kalimat majemuk bertingkat keterangan waktu yaitu terdiri dari anak kalimat dengan induk kalimat yang berhubungan dengan kata hubung yang menunjukkan waktu. Kata hubung yang digunakan yaitu sejak, sebelum, sesudah, ketika, dan lainnya. Kalimat majemuk bertingkat keterangan sebab, anak kalimat dan induk kalimat merupakan saling berhubungan satu sama lain dengan dihubungkan dengan kata sehingga, oleh karena itu. Kalimat majemuk bertingkat keterangan syarat mengungkapkan keadaan dimana keadaan lain harus terpenuhi. Kata hubung yang sering dipakai yaitu seandainya, apabila, jika, dan asalkan.

Kalimat majemuk campuran merupakan kalimat majemuk yang berasal dari gabungan dari kalimat majemuk setara dan kalimat majemuk beringkat. Kalimat majemuk campuran mempunyai ciri atau karakteristik yaitu mempunyai minimal tiga klausa atau kalimat tunggal, tersusun dari induk kalimat dan anak kalimat, mempunyai dua konjungsi atau kata penghubung seperti: lalu, dan, kemudian, serta, ketika, setelah, supaya, agar, sebagainya, sebab. Kalimat majemuk campuran dengan 1 induk kalimat dan dua anak kalimat mempunyai kalimat tunggal sebagai induk kalimat atau inti pokok dari kalimat tersebut. Kalimat majemuk campuran dengan 2 induk kalimat dan satu anak kalimat mempunyai induk kalimat yang menjadi inti dari kalimat tersebut dan juga ada satu anak kalimat.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

DAFTAR PUSTAKA

https://id.m.wikibooks.org/wiki/Bahasa_Indonesia/Rujukan

Alwi, Hasan dkk. 2003. Tata Bahasa Buku Bahasa Indonesia Edisi Ketiga.      Jakarta: Pusat Bahasa Departemen Pendidikan Nasional.

https://www.studiobelajar.com/kalimat-majemuk/

https://dosenbahasa.com/

Komentar